Beauty in the dark Part 44


De Klein Switzerland van Java (Agropolitan)
Sejenak aku sadar dari duniaku sendiri.. dan aku berada didaerah yang asing denganku.. sangat begitu asing.. aku memadan jalan yang kami lewati.. tak pernah aku melewatinya dan aku yakin ini bukan di kota yang sama.. aku meliriknya, wajahnya kaku dan menakutkan seakan dia tak ingin siapapun mengganggunya.. ya wajah yang tak pernah dia tunjukkan dihadapanku bahkan hari ini..

" kita mau kemana ini ?" aku berusaha menenangkan suaraku walau terdengar gusar. dia hanya diam dan menatap jalanan dengan wajah kakunya..
" heeeii.. kita mau kemana ?" aku mencoba bertanya dengannya kali ini dengan nada suara yang lebih keras. Entah apa yang ada dipikiran, dia sama sekali tak menghiraukanku.. Aku... ya aku semakin takut apa yang akan terjadi kepadaku.. akhirnya aku memutuskan untuk menelepon fida.. mungkin ini akan menjadi lebih baik.. Aku mengambil hape dari tasku.. Tapi, kesialan sepertinya berpihak kepadaku.. Hapeku mati.. keabisan batre.. dan aku hanya bisa menangis.. Satu-satunya jalanku untuk memperbaiki suasana adalah menangis, tapi tangisku tertahan dalam diam ku.. Dia tetap tak bergeming sampai akhirnya dia berhenti mendadak lagi..
" bisa berhenti nangis nggak sih ?" dia sedikit sinis terhadapku, namun aku memilih diam dan tak menjawabnya.. " aku nggak bakal ngapa-ngapain kamu jadi berhenti nangisnya " tangisanku sedikit melemah..
" trus kita mau kemana ?"
" udah ikut ajah.. janji nggak bakal macem-macemin kamu "
" mana bisa aku percaya kamu "
" nggak perlu percaya, liat ajah nanti.. udah diem " aku hanya memilih diam.. ya diam..

------------------------
Entah sudah berapa jam aku diam disini.. dan hatiku semakin kacau.. entah apa yang akan dia lakukan dan akan membawaku kemana.. Aku berusaha melihat sekeliling, mencoba melihat berbagai tulisan dengan sorotan lampu yang minim di kegelapan malam.. Dan kita memang sudah berada dikota yang berbeda.. Kota yang dingin dan menyejukkan.. Kota ini sering dikenal sebagai kota Paris Van East Java atau kota Apel.. Tapi sepertinya kami masih melewati kota ini.. Aku semakin tak mengerti akan dibaw kemana olehnya.. Disamping kondisi fisikku yang tidak begitu baik dan ini memang sudah malam, ini semakin membuatku berada dalam kondisi yang tidak baik.. Ya sepertinya aku akan pingsan jika tidak segera tidur.. Tapi aku tetap berusaha untuk menyadarkan diriku.. Sebisa dan semampuku..

-----------------------
Kepalaku terasa pusing hari ini.. kondisiku semakin memburuk, dirundung kesedihan dan semua pemikiran yang menjadikanku semakin larut dalam kesengsaraanku.. Aku mencoba membuka mataku.. Apa yang kulihat ini nyata.. Sangat nyata.. Dihadapanku ada Tama.. Entah sejak kapan dan bagaimana dia ada dihadapanku.. Dan raut wajahnya, ya TUHAN dia terlihat bercahaya dengan senyum tulusnyaa.. Aku memberikan senyumanku kepadanya, seakan hendak mengadu kepadanya.. tanpa basa basi aku memeluknya ya memelukanya erat, sangat erat.. Terasa hangat pelukannya dan tak ingin ku lepas.. Awalnya.. tapi akhirnya aku melepasnya karena dia bukan yang aku harapkan..

" syukurlah kamu baik-baik ajah queen " seketika aku menyadari ini bukan suara tama.. tapi ini suara orang yang aku benci, benci karena alasan yang tidak pasti.. dan aku langsung menjauh darinya..
" ngapain kamu disini ?" aku betanya sinis terhadapnya
" masak kamu lupa.. dari tadi malem kan kamu sama aku.. trus kamu tadi juga senyum, peluk aku "
" aku nggak inget " aku berusaha mengalihkan pembicaraan " ini dimana ? " aku mengamati sekitar.
" dikamar " dia hanya menjawab singkat " udah istirahat ajah kalo masih ngantuk "
" aku tau dikamar, tapi didaerah mana ?" perasaanku semakin kacau, takut dia memperkosaku.. karena sudah pernah mengalami hal buruk dengannya, aku sudah berpikir yang aneh-aneh walau dia tak melakukan apapun denganku..
" nanti juga tau " dia berkata singkat sambil membuka gorden penutup jendela..
Sejenak aku terkejut melihat hamparan pemandangan indah di hadapan jendela ini.. tapi aku benar-benar tidak tahu ini dimana..
" gimana aku tau.. aku nggak pernah kemana-mana.? tadi malam juga aku tau kita lewat M*l*ng dari jalan-jalan " aku protes kepadanya
" kita masih sekitaran M*l*ng kok, cuma beda kota " dia masih bersikap dingin..

Aku memilih diam dan memandang jendela yang ada disisi tempat tidurku.. Ini bukan kamar hotel, ini juga bukan losmen, tapi apa ini vila.. ngapain juga dia repot-repot sewa vila.. atau dia memang udah rencanain semuanya.. memikirkan segala kemungkinan membuatku lupa akan fida maupun anda.. entah apa yang terjadi disana.. entahlah.. aku teralihkan oleh makhluk yang ada bersamaku saat ini ( menculikku lebih tepatnya)..

" udah istirahat ajah, masih pagi.. siapin tenaga yang banyak buat nanti "
" emang mau ngapain.?" aku sudah memikirkan hal yang merusak otakku, berpikir negatif atas apapun yang dia akan lekukan dan rencanakan..
" ilangin pikiran jorokmu.. kalo nggak aku bakal ngelakuinnya ke kamu " aku benar-benar terkejut dengan perkataannya, dia semakin membuatku takut.. tapi aku memberanikan diri untuk melawannya..
" makannya jawab "
" kan udah aku bilang ikut ajah walau nggak percaya.. buktinya apa ada aku nyentuh kamu.. kalo aku mau.. tadi malem juga bisa aku perkosa kamu sampe puas.. tapi nggak aku buat, aku masih punya hati sama otak.. "
" ----------" diam tanpa kata dan mencoba menyadari bahwa mungkin aku terlalu salah terhadapnya menganggap dia bajingan super.. hanya karena kesalahanku.. dan kenapa aku selalu menjadi orang yang menyalahkan diriku sendiri.. aku benci diriku yang lemah terhadap orang lain.. bahkan untuk menjadi jahat pun aku belum bisa.. ya belum..
" udah istirahat sana.. atau mau aku tidurin " dia mencoba bercanda terhadapku dengan candaan yang pasti akan membuatku marah.. namun bukan marah yang aku lakukan.. aku memilih membenamkan badanku ke kasur, menghadap jendela, melingkarkan selimut keseluruh badanku, bahkan aku memeluk bantal.. sedikit merengungi apa yang ada.. ya segala pemikiran burukku terhadapnya..

Aku masih tak bisa tertidur.. namun aku berusaha memejamkan mataku.. setidaknya dengan begini aku tak bingung harus bersikap apa terhadapnya.. Kupejamkan mataku dalam-dalam menikmati dingingnya udara yang masuk dari cela-cela jendela pagi ini.. terasa menyenangkan.. Entah berapa lama aku begini, tapi aku menyukainya.. Perlahan entah mimpi atau bukan.. Aku merasakan pelukan hangat dari belakang tubuhku.. Ya, sangat hangat dan lembut.. Ingin aku segera bangkit dan menjauh dari nya.. Namun, entah apa yang terjadi, hatiku hanya berkata biarkan dia.. lupakan sejenak kebencianmu, karena kamu membutuhkan sedikit kehangatan dalam kesepianmu.. Hati dan pikiranku beradu namun ragaku hanya dia tak berpaling sedikitpun.. Biarkan aku menikmatinya.. untuk saat ini.. karena aku butuh.. ( sebuah pembenaran untuk hal terlarang.. )

Aku pikir dia tau kalau aku tak tertidur, ternyata dia memang berpikir aku sudah tertidur kembali.. dia hanya memelukku tanpa melakukan adegan mesum yang akan aku bayangkan.. ya dia hanya menghangatkan dan mencoba menghiburku.. yaa.. dia tulus, hanya saja dia datang diwaktu dan kejadian yang salah.. yang membuatku harus membencinya.. ya membencinya..

" kalo aku bisa balikin semuanya.. aku lebih milih kehilangan semuanya demi balikin semuanya ke kamu " dia berkata lirih saat memelukku " aku lebih suka kamu tidur, maafin aku " dia berkata lemah dan mengulang permintaan maafnya kepadaku dan mencium pipiku.. lagi dia mengucapkan kata yang membuatku benar-benar merasa ini tak adil.. seperti kisah cintaku kepada reza.. dia juga mengalami ketidak adilan ini.. Aku memilih diam dan berada diantara ketidak adilan ini.. yaa.. ini sudah cukup bagiku..

Mungkin dengan diam aku lebih bisa menerimanya dan dia lebih merasa nyaman denganku.. Aku larut dalam pikiranku sendiri hingga aku tertidur lagi tanpa rasa takut yang berlebihan.. Dan mungkin dia juga tertidur.. karena pagi ini, mungkin pagi terindah untuknya karena bersamaku dan pagi terindah untukku karena ada yang memelukku dimasa-masa tersulit ini.. Dan biarkan diam menjadi saksi bahwa aku mulai sedikit memaafkannya..

Quote:" Memaafkan itu tidak sulit.. Karena benci dan cinta itu terletak pada satu ruang yang sama yaitu , Maka berilah banyak porsi untuk rasa cinta dan sedikit porsi untuk rasa benci.. Sehingga memaafkan pun akan terasa lebih mudah untuk dilakukan - Memaafkan, memberi sedikit ruang pada rasa benci "

Dan setiap kisahku memiliki sebuah makna yang akan aku jadikan pelajaran hidupku.. Dibalik sosok wanita sepertiku, terdapat sebuah kisah yang akan terkunci rapat dalam hidupku.. Dan bagi kalian yang mengenalku di kehidupan nyata, biarlah kalian menerka apa yang pernah terjadi dan apa yang aku alami atau pendidikan/orang tua seperti apa yang ada padaku, bahkan lingkungan seperti apa yang bersamaku.. dan cukuplah kalian tau.. ini aku untuk hidupku ( dengan kisah kelam terpendam )...

NEXT PART 45
Share:

Beauty in the dark Part 43


Yang tak Diharapkan
Hidup sendiri membuatku lebih baik.. Entah apa yang mereka pikirkan tetangku.. Aku tak perduli.. Inilah hidup yang aku jalani saat ini.. Sampai dia mulai masuk dalam hidupku.. Dia orang yang paling aku benci.. Entah darimana dia muncul dan ada dihadapanku..

--------------------
Aku berjalan keluar dari kampusku selesai ujian.. Aku mendapat jadwal siang dan pulang disore hari.. Entah mengapa aku enggan melihat taman tempat aku biasa menghabiskan waktu jika ingin melakukan hal dengan sendiri.. Hari terakhir ujian.. Selanjutnya libur dan aku akan menunggu waktu pengumuman nilai, demo projek dan fokus untuk istirahat di siang harinya.. Setidaknya hariku tak akan berat dengan kondisi yang seperti ini.. Dan memang tak berat karena aku sudah menonaktifkan diri dari segala kegiatan.. Biarlah teman aktifisku menghujat.. setidaknya mereka tak mengerti aku..

Masih sama jalan yang telusuri dengan berjalan kaki, sampai dikos.. fida sudah meng sms ku untuk segera bersiap.. Karena dia ingin berangkat cepat ke kafe.. Akupun menyiapkan diriku..

Tak berapa lama benar saja fida sudah nongol didepan kamarku yang sengaja aku buka..

"queeennnn " dengan nada manja dia memanggilku seperti biasanya
" iya bentar fi "
" pasti belum siap nih.. " dia sudah masuk didalam kamarku " tuhkan bener " dia sedikit manyun..
" sabar yaaa " aku masih dengan ekspresi datarku
" aku kangen queen " aku hanya diam tanpa kata..
" queeenn.."
" iyaaa.. "
" aku kangen "
" sama siapa.?"
" kamu "
" kenapa.?" masih dengan ekspresi yang sama " kan aku disini "
" bukan kamu yang sekarang, kamu yang dulu.. "
" udahlah nggak usah dibahas.. yuk berangkat " aku sudah siap dengan semuanya..
" iya deh.. yodaaah " dia memilih mengalah terhadapku..

-------------------
" heeeii " aku tak menyadari seseorang menyapaku dan hanya diam tak bersuara.. " heeeii queen " dia kembali berusaha mendapatkan perhatianku.. dengan tatapan yang kosong, aku menyadari bahwa ada yang memanggil namaku.. akhirnya aku memutuskan untuk melihatnya.. dan betapa terkejutnya aku.. siapa yang ada dihadapanku..

" kenapa.? ada yang salah ?"
" ngapain kamu disini.? "
" nemuin kamu lah.. jemput kamu pulang " dia tersenyum lebar
" nggak, makasih "

" ayooolah.. aku udah hampir gila nyari kamu kemana-mana.. " aku hanya berlalu meninggalkannya ke arah parkiran, dimana motor fida diparkir

" pliss queen " dia menarik tanganku
" lepasin " aku semakin emosi menghempaskan tangannya " lo mau apa lagi.. hah ?" teriakku semakin emosi

" nggak usah marah-marah dulu lah.. nggak bisa apa ngomong baik-baik "
" ngapain ngomong baik-baik sama bajingan kayak lo "
" gue emang bajingan, tapi gue cuma tidur sama lo "
" heh.. sekalian ajah lo umumin kesemua orang kalo lo pernah nidurin gue "
" bukan gitu queen.. plis.. dengerin gue.. gue mohon "
" gue nggak mau denger apa-apa dari lo "

" tolong queen.. sekali ini ajah.. gue nggak minta lebih.. sekali ini ngobrol sama gue.. kenal sama gue " belom lagi aku membuka mulut fida keluar dan berkata

" eh.. lo disini.." mengarah ke cowok itu
" kamu kenal dia fi.? " aku bertanya bingung ke fida

" eh.. kemaren dia nyariin kamu dikosan ku.. katanya ada penting.. jadi ya aku bilang kita satu kerjaan.. emang kenapa queen ?"

" nggak apa-apa.. aku pulang bareng dia fi.. nggak apa-apa kan ?"

" ooh.. iyaa nggak apa queen " fida terlihat bingung dengan keputusanku "hati-hati yaa.. jangan lupa kasih kabar ke aku " dan aku hanya mengangguk.. " duluan ya fi.. " aku menarik tangannya dan meninggalkan fida yang menuju parkiran dengan kebingungan..sementara dia menjadi bingung akan sikapku yang berubah dan memilih mengikuti perkataan yang aku katakan kepada fida..
"mobilku disana " dia memberitahukan posisi mobilnya
" aku udah tau " jawabku ketus.. tentu saja aku sudah mencari dimana posisi mobilnya..

Kami berjalan tanpa kata ke arah mobilnya.. dia membukakan pintu terhadapku.. Sekilas aku melihat rio menatapku dari kejauhan.. Ah.. entah apa yang dipikirkannya, aku sudah tak memikirkan pandangan rio atau anak lain terhadap diriku.. yang aku mau, masalah dengannya selesai saat ini juga..

Dan kami hanya diam sepanjang perjalanan.. Aku memandang kearah luar jendela.. Aku tau dia memperhatikanku.. Aku memang terlihat kacau dan sangat kacau.. mungkin dia menyadarinya.. Tapi aku tetap tak memalingkan wajahku.. Rasanya berada disini seperti berada dineraka bagiku.. Entah baginya, tapi bagiku ini mengorek kenangan yang lalu dalam hidupku.. ya kenangan yang membuatku menjadi wanita yang berharga sedikitpun dimata lelaki nantinya..

" kamu sakit ?" terdengar suara lemahnya menyadarkan lamunanku dan aku hanya diam..
" kamu kenapa.?" dia mencoba mengajakku berbicara dengan semampunya. " queen.. kamu baik-baik ajah kan ?" dia sekarang tau namaku, besok dia tau apalagi tentangku.. aaah.. sudahlah..
" aku nggak apa, kamu mau ngomong apa ?" aku menajwabnya dengan datar tanpa melihatnya
" sampe kapan kamu ngindari aku ?"
" sampe aku nggak bakal liat kamu "
" queen.. aku nggak tau seberapa bencinya kamu sama aku.. walau kamu nggak sadar, kamu udah ngusik pikiranku "
" aku nggak minta kamu mikirin aku "
" iyaa emang.. tapi aku mau kamu mikirin aku "
" aku udah cukup mikirin kamu.. itu buat aku sakit "
" bisa nggak lupain salahku "
" bisa nggak balikin apa yang udah kamu ambil ?" kali ini aku memandangnya.. sejenak suasana menjadi hening dan dia hanya diam.. ya diam.. " nggak bisa kan.? aku juga nggak bisa "
" boleh aku jadi temanmu "
" teman bercinta iya.. teman hidup nggak "
" terlalu tinggi kah egomu.?"
" bahkan seorang pelacurpun nggak berhak punya ego.. trus aku berhak apa.? " aku seakan tak bisa menahan emosiku terhadapnya.. entahlah.. mau sebaik apapun dia aku tak bisa.. dan dia berhenti sejenak dipinggir jalan yang gelap.. dia tak akan menyentuhku, jika dia menyentuhku.. dia memang benar bajingan..
" bukan itu maksudku.. biarin aku tanggung jawab sama yang udah aku lakuin ke kamu "
" aku nggak butuh tanggung jawab.. aku cuma butuh sendiri.. tolong ngertiin aku " kalau ajah ini bukan malam hari.. aku bakalan keluar dari mobil ninggalin dia sendiri.. tapi apa daya aku nggak bakal bisa ninggalin dia..
" oke.. kalo itu maumu.. aku mau bercinta sama kamu.." dia berkata seolah-olah aku harus menjadi pelacurnya dan dia semakin mendekatkan dirinya kepadaku.. entah apa yang dala dipikiran ku "PLAAK!!" tanganku mendarat dipipinya.. dan aku mendorong badanny..
" aku bukan pelacur!!!" teriakku sekencang-kencang, sementara dia tertawa meringis menyentuh pipinya dengan ujung tangannya.. dan tanpa sadar air mataku jatuh dengan sendirinya.
" kamu nawarin satu cara, tapi kamu benci cara itu.? trus aku harus pake cara apa.?" aku hanya diam dan diam " terserah.. aku nggak bakal nyerah sama kamu.. aku bisa lakuin apa ajah buat dapetin kamu "
" aku nggak kayak yang kamu bayangin.. tolong tinggalin aku sendiri "
" nggak akan " hanya itu kata yang keluar dari mulutnya dan dia kembali mengantarku pulang..

Selebihnya hanya keheningan yang ada diantara kami.. Setelah beberapa saat aku baru sadar.. Jangan sampai dia mengantarku sampai dikosan ku.. Dan akhirnya aku memutuskan untuk membuka perkataan ke dia sebelum kami terlalu jauh tak ada tujuan dan dia hanya diam tak bertanya..

" tolong anterin aku ke kos fida "
" setelah semuanya kamu masih bisa bilang tolong.. kasih aku alasan buat aku bisa jauhin kamu "
" jangan mulai lagi.. aku mohon "
" aku nggak akan berhenti queen "
" berhenti manggil namaku "

" manggil namamu pun nggak boleh.. trus apa yang aku boleh.? beli badanmu.? cuma itu.?" pertanyaan yang sangat menyayat hatiku.. dan maafkan aku.. memang kamu hanya boleh membeli badanku, bukan memiliki seutuhnyaa.. " bahkan tanya namaku siapa pun nggak.? tersenyum sama aku pun nggak.? bersikap ramah sama aku pun nggak.? apa yang bisa dapetin darimu queen.. tolong jawab "

" kamu nggak bisa dapet apa-apa.. aku nggak bisa terlibat cinta sama orang yang membeli ku "
" sampe segitunya egomu.. aku nggak ngerti jalan pikiranmu "
" memang aku gitu.. jadi tolong berhenti ganggu urusan pribadiku "
" aku nggak bisa.. udah terlanjur "
" terserah.. aku capek "
" dan kamu nggak ngasih aku pilihan "
"-----"

Tak ada yang bersuara disini.. tapi aku seakan tak menyadari kemana kami akan pergi.. sama sekali tak menyadarinya.. entahlah.. entah apa yang ada dipikiranku sehingga konsentrasiku berkurang.. ya memang berkurang.. Malam ini setidaknya aku tak mengerti apa yang terjadi dalam diriku..

NEXT PART 44
Share:

Beauty in the dark Part 42


Pelampiasan


Entah kenapa aku ingin menyelipkan untaian kata pada pengantar kesalahan-kesalahanku..




Bersedih bukan alasan untuk membenarkan sesuatu yang salah dalam hidup ini.. bersedih bukan alasan untuk melampiaskannya pada perbuatan salah yang kita anggap benar.. Dan pembenaran apa yang kita lakukan dengan alasan bersedih, kecewa bahkan sakit hati bukanlah kebenaran yang hakiki.. Ini sama saja dengan mencari alasan agar untuk membenarkan hal yang sebenarnya salah yang telah terjadi..




Dan.. Semua kesedihanku sebagai pengantar atas pelampiasan ku kepada kehidupanku.. dan menjadikan hidup yang semakin berwarna kelam.. Saat masa kelam itu menjadi kelam.. aku berharap ada sosok malaikat yang datang menghampiriku walau aku tak memikirkannya.. Dan TUHAN, memang punya sejuta jalan untuk menunjukkan bahwa aku salah.. walau kadang aku tak pernah sadar bahwa aku salah..




Aku.. Seorang wanita yang berada di persimpangan jalan atas kehidupanku..
Masalalu sedihku.. Dan masa depan sedihku..
Mana yang aku pilih.? Tentu saja masa depan sedihku..
Karena aku menjadi diriku yang bukan diriku..
Menikmati kedesihan akan masa depanku..
Meninggalkan jejak sedih masalaluku..
Walau masih membayang dalam ingatan akan kenyataan yang kuharap mimpi..
Tapi..
Aku tak bisa memilih apapun saat ini..
Hanya untaian kesalah dan dosa yang menghampiriku..
Secara perlahan tapi pasti..
Dan..
Aku tak akan bisa menjadi malaikat ataupun bidadari syurga..
Aku..
Berawal dari diriku yang indah..
Menjadi diriku yang tak berupa..
Dan...
Aku.. Tak akan pernah bahagia dalam satu waktu..



NEXT PART 43








Share:

Beauty in the dark Part 41


Kuatkah Aku.?
2011~

Sekuat apapun hatiku bertahan dan mengingkari apa yang terjadi.. tetap saja tak bisa mengalihkan keredupan dalam hari-hariku saat aku mengetahui dia menghilang dan tak kembali.. aku lebih menyukai kebohongan, dia menghilang karena telah menetapkan hati daripada dia menghilang selamanya dalam dunia ini.. Tapi tetap saja, sekeras apapun aku menangis dan memohon bahkan bersedih, dia tak akan kembali.. Entah mengapa, saat ini aku merasa menjadi orang yang paling sedih didunia ini, padahal sejatinya banyak orang yang tidak lebih beruntung dibandingkan diriku.. tapi.. saat ini memang aku tak bisa berpikir panjang.. karena semua yang ada dalam benakku tak bisa aku bohongi..

Wajah sendu yang menghiasi hariku kian hari kian menguasai diriku.. Aku menjadi anak yang sedikit pendiam, jarang berbicara dikelas, tak lagi menyukai keramaian, meninggalkan segala aktivitas kampus, menjadi queen yang menyukai kesendirian akibat duka yang begitu mendalam.. Tak pernah lagi terpancar senyum tulus dariku.. Dan aku berada dikondisi terburukku untuk penderita bipolar, hanya saja aku berusaha mengontrolnya selama ini, dengan diriku sendiri dan obatku.. Fisikku juga mengalami penurunan.. Semakin hari aku semakin tidak karuan, aku tak menyukai makan, aku tak menyukai tidur, aku tak menyukai cahaya matahari dan aku menyukai kegelapan dalam hidupku..

Dan anda.. dia memilih membiarkanku menikmati duniaku.. sepertinya dia sudah lebih dewasa untuk menerka kondisiku, walau terkadang dia memberanikan diri untuk menyuruhku makan, membelikanku vitamin atau hanya sekedar bertanya dan sedikit menceritakan aktivitasnya.. Namun, tetap saja aku masih bermain dalam duniaku.. Aku yang mencoba tegar ternyata kalah dengan ego hatiku akan perasaan kehilangan yang mendalam.. Di pekerjaan aku tak banyak bicara, fida lebih memilih membiarkanku untuk waktu yang aku sukai.. dan aku berterimakasih kepadanya..

Aku sudah lupa dengan semua aturan yang aku buat dalam hidupku.. dan benar aku melupakannya.. dan bermain dalam dunia yang aku tak tau apa namanya.. Dan aku semakin tak mengerti apa yang terjadi denganku seakan aku tak mengenal diriku..

Aku bukanlah aku, dan kau tak akan tau siapa aku.. Karena aku sudah terlarut dalam dunia yang membuatku semakin pilu.. Tak ada yang memperdulikanku, tak ada yang memperhatikanku, tak ada yang menganggapku, dan tentu saja tak ada yang bisa menarikku dari berbagai kehampaan yang aku rasakan.. Saat ini aku hanya ingin begini, menjalani hidup dengan apa yang harus aku jalani, tanpa mencoba berani tertawa dan berharap sebuah kisah dalam hidupku.. Karena aku ditakdirkan sebagai pelipur lara bagi semua orang yang ada dihidupku tanpa harus aku bahagia dan memiliki seorang yang berarti dalam hidupku..

Aku ditakdirkan sendiri.. ya aku ditakdirkan sendiri.. karena mereka yang tulus kepadaku, akan pergi dengan sendirinya tanpa aku minta.. Jika tak mereka yang memutuskan, maka TUHAN yang akan mengambilnya.. Dan lebih baik aku menjadi seperti ini, menjalani hidup dengan apa adanya.. Berusaha terus berdiri sampai kapanpun hanya untuk satu tujuan.. Janji kehidupan yang lebih baik kedepannya..

-------------------------
Waktu semakin berlalu.. Berhari.. Berminggu.. Berbulan.. Dan aku masih sama seperti ini.. Bahkan aku tak tau sampai kapan aku akan begini,, Usiaku sudah menginjak 20 tahun di tahun ini dan aku maish seperti diriku dipenghujung tahun lalu..Akhir tahun terberat ku.. Setidaknya bebanku semakin berkurang dan terhenti untuk sesaat..

Dan aku harus mengikuti serangkaian ujian untuk melewati semester ini.. Tanpa emosi yang terpancar dari diriku, aku melalui kehidupanku dengan apa adanya.. ya dengan apa adanya.. Jauh dari keluarga membuatku lebih leluasa mengekspresikan kesendirianku yang begitu dalam.. Dan aku justru menikmatinya.. Aku semakin sering sendiri diatas kosanku.. Dalam gelap malam memandang bintang dan rembulan.. Melihat segala yang TUHAN ciptakan dari atas sini dan mencoba merenung dengan segala yang ada, mencoba menjadi lebih baik dalam menelaah semuanya..

Dan tetap ada kata tapi.. Tapi aku tak bisa TUHAN, aku masih ingin dia ada disini.. Entah berapa tahun itu berlalu TUHAN...

Aku menghabiskan 4 tahun bersamanya di 5 tahun sisa hidupnya.. Dan aku masih punya banyak tahun untuk mengenanganya.. yaa.. hanya mengenangnya TUHAN.. bolehkah aku begitu.? Jika boleh, biarkan aku larut dalam perasaan ini, jika tidak.. maka bantulah aku bangkit untuk kesekian kalinya TUHAN.. Aku selalu bersyukur dan mencoba menerima semua dalam hidupku.. Aku tak mengeluh apapun.. Tapi kali ini, bolehkah aku mengeluh.. Untuk kisah cintaku yang tak tersampaikan.. Dan ternyata aku nggak bisa mengeluh..

---------------------

Tahun ini... Mungkinkah menjadi tahun yang menorehkan kisah yang lebih dari tahun-tahun kemarin.. Jika iyaa.. Kuatkan aku TUHAN..

Karena...
Aku terlalu lemah untuk menghapus semua kenangan tentangnya walau aku telah merelakan dan mengikhlaskan semua tentangnya.. Bahkan...
Aku tak mengerti bagaimana lagi caranya untuk tak mengingatnya.. mendambakan dirinya..
Dan..
Aku sudah terlalu tersiksa untuk perasaan ini TUHAN...
Kembalikan aku seperti aku yang dahulu... Aku yang hanya memikirkan keluargaku bukan egoku..

-----------------------

Nggak tau entah memang kebetulan atau apa.. Setiap aku nulis kisah tentang kepergian Reza dimeja kantorku, setiap itu pula lagu ini diputer ole temanku tanpa sengaja.. Dan setiap itu pula air mataku jatuh tak tertahankan.. Kenapa harus ada lagu ini disaat aku mengulang kisah tentangnya.. Bahkan hari ini juga masih ada lagu yang mengingatkanku bersamanyaa.. Karena dulu saat aku kelas 3, aku pernah sesekali di tlp oleh reza dan terkadang req lagu diradio dikotaku.. Sambil tlp, kami saling mendengarkan.. Masa indah untuk teman maya bukan.. Cinta tanpa wujud untuk sekian tahun dalam hidupku.. Cinta tanpa wujud yang tak akan pernah terganti..

Quote:Hari demi hari telah ku lewati
Tak pernah aku bersamamu lagi
Tak pernah aku menduga
Kau akan pergi tinggalkan aku

Jauh kau pergi tinggalkan diriku
Sepi hati ini membunuhku
Ku coba untuk cari penggantimu
Namun tak ada yang sepertimu

Rindu aku, sangat rindu kamu
Terasa sejak kau masih ada di dekatku
Tak mudah aku melupakan dirimu
Di saat aku terbangun dari tidurku

Rindu aku, sangat rindu kamu
Terasa sejak kau masih ada di dekatku
Tak mudah aku melupakan dirimu
Di saat aku sendiri

Ooh jauh kau pergi tinggalkan diriku
Sepi hati ini membunuhku
Ku coba untuk cari penggantimu
Namun tak ada yang sepertimu

Rindu aku, sangat rindu kamu
Terasa sejak kau masih ada di dekatku
Tak mudah aku melupakan dirimu
Di saat aku terbangun dari tidurku

Rindu aku, sangat rindu kamu
Terasa sejak kau masih ada di dekatku
Tak mudah aku melupakan dirimu
Di saat aku sendiri

NEXT PART 42
Share:

Beauty in the dark Part 40


Lotus


Aku melihat sekeliling taman yang pernah aku datangi beberapa kali ini.. Ini menjadi tempat yang aku suka, selain bagus, taman ini punya banyak kenangan tentangku, tara, tama bahkan reza pernah kesini.. ya taman yang bagus.. Sore ini banyak muda mudi disini bahkan ada beberapa keluarga yang datang.. Entah sekedar duduk menikmati pemandangan atau memberi makan angsa yang ada.. Dan kami juga sibuk dengan aktifitas kami..




------------------------

" kamu suka kesini queen ?"

" iyaaa kadang-kadang main kesini sama tara " sejenak bayangan tara ada di pikiranku, senyumnya, isengnya, semuanya, aku rindu dia.. aah.. sudahlah.. fida terdiam mendengar kalimatku.. " dulu, tapi kadang aku kesini sendiri kalo pengen.. soalnya bagus tempatnya.. bisa nenangin pikiran.. " aku memandang sekelompok teratai yang sedang mekar

" kalau aku punya anak mau aku kasih nama lotus loh fi "

" eh.. kenapa.? emang artinya apa ?"

" teratai " aku tersenyum dan fida masih bingung

" iyaa.. karena bunga teratai tumbuh anggun dan penuh harga diri di lingkungan berlumpur sama kayak perempuan yang selalu mempertahankan harga diri dalam kondisi terburuk sekalipun, punya keanggunan "Lotus" (teratai) di dalam dirinya. " aku berkata pelan ke fida.

" nama itu doa yaa ?"

" iyaa.. makannya aku kasih nama lotus, biar dia bertahan.. nggak kayak aku " aku berkata singkat

" iyaa.. aku tau maksudmu queen.. semoga ajah dia sesuai doamu "

" amiiin.. kalo kamu ?"

" aku masih bingung.. hahahaaa.. ntar deh aku pikirin lagi "

" cepetan loh.. keburu tua ntar nggak dapet-dapet nama "

" diiih.. suami ajah belom udah mikirin anak "

" iyaa sihh.. yodah mikir suami ajah "




Kami masih mengobrol sambil memberi makan angsa dan ikan yang ada di danau angsa.. yang dikelilingi oleh beberapa jenis tanaman indah ditaman ini.. Suasana yang pas untuk hatiku saat ini.. Dan biarlah cerita ini kupendam dalam diamku.. hingga saatnya tiba kisah ini akan aku bagi untuk yang lain..




Quote:Taratai, merupakan bunga terindah bagi hidupku selain mawar berduri. Dia bisa hidup dengan cara diperlihara dan dirawat dengan baik maupun hidup dengan cara liar, namun tahukah.. Apapun dan bagaimanapun carany hidup, hanya ada satu hasil dari cara tersebut yaitu Keindahan,kebersahajaan,banyak memberi manfaat dan lambang kesucian.

Dan semoga wanita yang terlahir didunia ini menjadi teratai yang menjadikan dirinya berharga dari yang dibayangkan orang lain.

------------------------

" abis ini kemana kita ?" fida bertanya kepadaku

" kemana ajah boleh kok " aku menjawab sekenahnya

" biasa nongkrong dimana kalo libur ?"

" dikosan lah "

" aah,... payah nih anak.. jadi balik kos ini ?" fida bertanya

" eh.. kamu ada duit lebih ?"

" maksudnya ?"

" ada nggak ?" aku bertanya kembali

" ada, buat apa emangnya ?"

" laah.. kan nggak mau balik kos, ayo jalan-jalan.. aku mau nostalgia ketempat-tempat yang pernah aku datangi kemaren-kemaren "

" yodalaah.. "




Kami melanjutkan sore ini dengan berjalan keberapa tempat yang pernah aku datangi dulu.. Baik itu tempat makan, minum atau sebagainya.. Sesanggupnya yang kami mampu jalani.. Karena kami masih mempunyai tanggung jawab lain..




----------------------

Badanku serasa sudah sakit semua.. Dan aku merebahkannya dikasur untuk beberapa saat.. Anda masih tak ada dikosan, mungkin dia masih ingin menghabiskan waktu dengan temannya.. Sementara fida dia sudah tertidur pulas.. Sepertinya dia tak mau menyiakan waktu istirahatnya sebelum penyiksaan malam ini datang.. Aku.. masih saja tak bisa tertidur.. Terlalu banyak hal dalam pikiranku.. Ahh.. sudahlah.. Aku mencoba menepis semuanya.. Memejamkan mataku.. Dan entah mengapa tama hadir dalam pikiranku.. Mengusik khayalku.. hingga aku tertidur sore itu..




------------------------

" queen... bangun woooi.. kerjaaaa " aku masih sedikit ngantuk saat fida sudah membangunkanku..

" jam berapa ini ?"

" jam 5.. cepetan bangun "

" 20 menit lagi deh.. " aku membenamkan wajahku dibantak dan memeluk gulingku

" eeh.. mandi siap2... mau jam berapa lagi "

" udaah santai ajah.. duluan ajah kamu.. nanti aku nyusul.. bentar ajah yaa " aku sudah merengek dan tertidur kembali.. mungkin fida sudah berdandan ala lenong atau menyiapkan yang lainnya.. sudahlah.. pokoknya aku tidur..




----------------------

Aku mencari hapeku.. kulihat jam dihapeku.. sudah jam setengah 6 dan aku langsung bangun.. Kulihat fida sudah siap dengan segala embel-embelnya.. atau lebih tepatnya hampir siap..




" kok nggak dibangunin fi ?"

" laah.. situnya ngorok.. "

" kan aku bilang 20 menit bangunin aku.. duuuh "

" mana gue tau.. " dia memberikan ekspresi mengejek

" kamu mah.. gitu amat.. "

" udaaah cepetan mandinya.. nggak pake lama "

" bawel huuuu " aku sudah menghilang dari kamar dan menuju kamar mandi..




Tak butuh waktu lama untukku, aku termasuk cewek yang nggak neko-neko dan cepat dalam segala hal, termasuk mandi.. Bahkan sebenarnya aku termasuk malas mandi.. Tapi apadaya karena aku cewek, aku terpaksa melakukan rutinitas ini dengan senang hati (berat hati)..




" cepet amat iiih "

" iya dongs.. emang mau gosok apa pake lama "

" yaa nggak cepat gini juga kali, masak cewek mandi cuma 5 menit.. lamaan juga bebek mandinya "

" bodok aah, pokoknya mandi.. lagian mau cepet juga tetep bersih kok "

" susah mah ngomong sama kamu "

" biarin " fida terlihat sebel berbicara denganku, sementara aku sudah siap memakai pakaianku dan mulai merapikan semua perlengkapan kerjaku..

" nggak usah pake stoking kenapa queen "

" diiih.. mau jadi apa aku ?"

" jadi sexy laah.. masak jadi kebo" fida tertawa..

" kamu mah.. ogah aah.. sopan ajah pakaiannya "

" iyaa deh iyaa.. "

" aku udah mau siap nih.. kamu lama amat dari tadi "

" sengaja sambil nunggu kamu.. "

" ya elaaah.. yowes.. tak tunggu balik "

" iyaa dong.. emang kamu mau naik taxi ke kerjaannya.."

" makannya aku tunggu.. " kami masih saling bercanda satu sama lain..




Seperti biasa, malam ini dan malam-malam berikutnya aku kerja.. Bahkan aku berencana akhir tahun baru juga akan mengambil kerja.. karena aku merasa tak akan menghabiskan akhir tahun dengan siapapun.. Anda.. Dia sudah punya banyak teman yang menyenangkan, jadi biarkan dia menikmati masa mudanya.. karena dia layak mendapatkannya..




NEXT PART 41
Share:

Beauty in the dark Part 39


Mengerti


Mari kita berlalu dalam kenangan sedih itu.. walau saat ini air mataku masih bisa menetes dalam.. tapi sudah cukuplah aku mengenangnya dibagian cerita yang lalu.. dan aku akan melanjutkan kisah ini sebagaimana adanya.. dengan bagian yang hilang dan bagian yang tampak untuk kalian.. setidaknya kalian mengerti sisi lain dari hidup seorang yang menjadikan dirinya sebagai pelacur.. dan sisi lain kebahagiaan seorang pelacur yang tak pernah mempunyai hati..




------------------------

Gerimis pengantar kepulanganku malam ini, aku merasa sudah cukup mengenangnya.. namun apa daya gerimis mengingatkanku tentangnya.. yaa.. kami berdua penyuka gerimis dan hujan.. pasangan yang terdengar sempurna jika dia masih ada didunia.. dan aku memilih menjadikannya kenangan manis.. bukan kenangan pahit.. Selamat datang reza.. selamat datang dalam kisah hidupku.. Dan aku tak akan mengucapkan selamat tinggal.. karena kau masih disini.. dihati ini..




Kubiarkan diriku basah dalam hujan ini.. didepan kosan ku, aku berdiri.. seperti reza yang pernah memandangku disini bersama tama.. ternyata mereka pernah kesini.. ya mereka pernah berdiri disini.. didepan kos ku.. menunggu untuk melihatku secara nyata.. dan impian terkabulkan.. tidak dengan impianku.. Kenapa saat dia dihadapanku aku tak meliriknya sama sekali.? Sebuah sisi kehidupan yang aku tak akan pernah tau..




Biarlah dalam hujan ini aku habiskan semua air mataku.. karena menangis dalam hujan itu lebih baik dan kau akan merasa tak sendiri.. seperti diriku..




Setelah beberapa saat kuhabiskan waktuku menikmati hujan, aku beranjak ke dalam kosanku.. Langkah pertamaku untuk bangkit dan menerima, bahwa reza adalah bagian dari hatiku yang hilang.. dan aku menerimanya.. ya menerimanya..




---------------------

Aku membuka pintu kamar dengan keadaan basah kuyup.. tak dikunci.. entah fida atau anda yang ada didalam.. entahlah, aku sudah tak memikirkannya lagi.. aku hanya ingin membereskan diriku dan merebahkannya dari segala kelelahan yang ada hari ini.. dan mencoba menjejaki langkah baru tanpa bayangan reza, karena aku sudah tau bagaimana kabarnya disana..




" queen.. kamu kok ujan-ujanan ?" suara fida menyambutku saat pintu sudah terbuka..

" nggak apa fi, lagi pengen " aku menjawab dengan nada datar

" kamu kenapa ?" fida bertanya dengan nada serius

" nggak apa fi ?"

" kamu diapain disana.? cerita queen "

" nggak ada.. aku baik-baik aja " ekspresiku tak berubah sama sekali




" jujur queen.. kamu kenapa ?" fida masih mendesakku untuk bercerita.. sementara aku sudah duduk di samping pintu kamarku bersandar dalam keletihanku.




" queen.. ada yang salah atau ada yang tak tersampaikan ?" fida bertanya tepat disebelahku dengan nada lembutnya dan.. seakan hatiku terhenyak aku menangis sejadinyaa.. ya sejadi-jadinya.. tapi dalam hatiku.. sementara tangisku hanya tangis tertahan dalam rintihan..




" keluarin semua biar lega " bukan isak ku yang pecah dengan perkataan fida.. justru tangis tertahan yang bisa aku keluarkan.. aku tak bisa mengekspresikan kesedihan mendalamku dengan leluasa.. aku hanya bisa menahannya ya menahannyaa..




" kalo kamu nggak mau cerita nggak apa.." dia hanya berkata lembut kepadaku dan aku hanya mengangguk tertahan.. dan aku kuatkan diriku lagi..




" kamu tau queen.. aku selalu iri samamu.. disaat semua orang berlomba-lomba mengumbar masalahnya dengan orang lain.. kamu justru menutupnya rapat.. bahkan kamu bisa menahan tangisanmu walau itu sakit " fida berkata lemah terhadapku " kuatkan dirimu, trus mandi sama istirahat geh.." hanya itu perkataan terakhir yang bisa fida berikan untuk menghiburku dan itu sangat berarti bagiku..




Aku mencoba menguatkan hatiku.. dan ku ambil handukku.. kunikmati waktu mandiku dengan perasaan yang tak berarti, tanpa nyanyian sumbang.. hanya diam.. ya diam.. selesai mandi, aku membereskan semuanya.. dan ya aku dikamarku.. dikasurku.. menidurkan diriku dalam khayalanku..




Kurebahkan badanku menatap langit-langit kamarku.. sesaat aku mengingat saat reza meneleponmu..




" tau nggak.? impian itu kayak langit kamar.. dekat tapi nggak bisa diraih sama tangan kosong.. dan harus dengan bantuan "




Aaah,.. semua terasa mimpi.. dan aku larut dalam mimpi itu tanpa memikirkan kenapa anda belum ada dikamar sampai jam segini.. Tapi apa daya aku sudah terlelap terbalut kelelahan hatiku..




--------------------

" udah enakan.? tuh aku buatin sarapan sama coklat panas " fida sudah asik dikasur anda membaca buku.. sementara aku baru bangun dari tidurku dan merasa pusing..




" kenapa pusing.? " dia bertanya kepadaku dan aku hanya mengangguk..




" suruh siapa kemarin ujan-ujanan, kan sakit jadinya " dan seketika otakku mengenang kejadian kemarin, merasakan ekspresiku berubah fida mencoba mencari bahasan lain.




" udah buruan abisin, keburu dingin nggak enak."

" iyaaa" aku mencoba memakannya walau terasa ada yang tercekat di tenggorakanku.

" oyaa.. anda.." belom lagi fida melanjutkannya aku sadar bahwa aku melupakannya..

" anda dimana fi ?" aku langsung kebingungan mengingatnya..

" heem.. baru sadar kalo anda nggak ada ternyata " fida menghela nafas melihatku dan aku hanya diam tak berdaya " kemaren dia nginep di kosnya ana, katanya kamu kenal sama anaknya.. mereka mau liat film bareng-bareng soalnya " fida menjelaskan.




" iyaa.. kosnya no 132 kalo nggak salah.. masih satu deretan.. "

" pantesan ajah, ditanya naik apa dibilang jalan kaki.. ternyata deket sini doang "

" eh.. kamu nggak kerja tadi malam ?"

" nggak.. udah ambil ijin akunya "

" kamu kuliah jam berapa ?"

" hari ini kosong, jam ku tinggal dikit "

" enak banget kamu.. aku ajah masih banyak "

" iyaa.. tapi nilainya jelek semua.. soalnya aku nggak fokus, belajar ajah nggak " aku menghabiskan makanan yang dibuat fida sambil mengobrol dengannya.. ya beginilah aku.. seakan tak terluka dalam dengan segala yang ada.. menganggap semuanya baik-baik ajah.. padahal tidak sama sekali..




" hari ini mau kemana.? aku temenin deh .. " tanya fida

" taman angsa.."

" ngapain disana.? "

" ada kenangan disana, lagi pengen kesana "

" yodaah.. ntar kita kesana sambil bawa roti tawar buat angsanya yaa "

" iyaa.. " aku berkata singkat " aku beresin ini dulu ya " aku berlalu kedapur mencuci gelas dan piring..




Entah kenapa aku ingin kesana (lagi), taman angsa kenanganku dengan tara, tama bahkan reza.. Ternyata dia juga pernah kesana, saat aku bercerita kepadanya.. dia memutuskan untuk kesana.. Semua cerita tentangku selalu dia anggap istimewa.. dan entah kenapa, sekumpulan foto yang dia ambil memberikan cerita tersendiri.. Saat aku berkata aku sedang dimana dan sudut apa yang aku pandang di Kota ini, dia berusaha datang ketempat itu, seakan mencari bagian dari diriku yang pernah ada disana.. Dia begitu mencintaiku, seakan dia bisa berada disampingku hanya dengan mengetahui apa yang pernah aku lakukan dalam hidupku.. Semuanyaa.. Dan mencoba hal-hal yang aku lakukan dengan versinya.. hanya untuk mengerti bagaimana diriku dan seperti apa.. Seakan aku sebuah teka teki besar dalam hidupnya..




-----------------------------

Aku merapikan gelas dan piring di kamarku, merapikan kamarku meski sudah rapi.. melakukan apapun agar aku tidak berhenti dari aktifitas.. entah apa yang dipikirkan fida.. tapi entah apa pula yang merasuki pikiranku hari ini..




" queen.. semua udah bersih, rapi.? apalagi yang mau kamu buat ?" dia bertanya kepadaku, seakan hidupku sedikit merana.. dan aku hanya diam memilih mengangkat tumpukan baju kotor dan memilih mencucinya, walau hanya beberapa potong..

" queen.. udahlaah.. kamu mau ngapain juga sama ajah "

" aku cuma mau bersih-bersih "

" udah jangan boong.. orang bisa kamu boongin aku nggak "

" biarin aku fi "

" aku udah capek biarin kamu trus.. udah jangan lakuin hal konyol.. bersikaplah normal " dan aku hanya diam.. perlahan aku meletakkan baju yang hendak aku cuci ke tempat pakaian kotor dan aku beranjak ke kasurku berbaring disana memeluk bantalku..

" nih dengerin " fida meletakan headset di telingaku

" nggak ada suaranya fi " aku bingung menatap fida

" kamu pernah bilangkan, kadang kesunyian bisa buat kita bahagia dan mengerti makna kehidupan.. sekarang anggap ajah ini kesunyian kayak yang kamu bilang dan kamu ngerti selanjutnya apa " dan aku hanya terdiam..




" queen "

" iyaaaa "

" kamu ngajarin aku banyak, jadi aku cuma bisa ngasih apa yang kamu ajarin saat kamu butuh.. impaskan,?" dia tersenyum kepadaku, aku mengangguk dengan tersenyum kepadanya " makasih fi "

" jangan bilang makasih, soalnya aku yang banyak bilang makasih sama mu " dia melanjutkan membaca buku " udah dengerin ajah tuh..




Dan aku mencoba mendengarkan alunan kesunyian yang pernah aku bilang ke fida.. Terkadang mungkin aku tanpa sadar menjadi bagian yang berarti dalam hidup sebagian orang dan menjadi bagian indah dari mereka.. Tapi tak jarang aku menjadi bagian terburuk dalam hidup mereka juga.. Tapi apapun aku.. Aku harus menjadi bagian yang mengerti akan segala yang ada.. Walau terkadang aku tersakiti, tetap saja pembenaran bukan jalan terbaik untuk menyembuhkan sakit hatiku.. Namun dengan mengerti dan memahami itu merupakan jalan terbaik dalam semua perjalanan hidup dan kisahku..




Hari ini banyak sekali makna hidup yang aku pelajari dalam setiap kehilangan yang aku rasakan.. Bahkan aku mengerti bahwa aku benar-benar berharga dalam hidup seseorang.. Kekuranganku tak membuatku menjadi gadis yang tak diinginkan, justru dengan kekuranganku dia jatuh cinta denganku.. ya dia jatuh cinta dengan diriku bukan dengan fisikku..




Sekali lagi..

Jika manusia bisa mencintai TUHAN yang tak berwujud, kenapa manusia tak bisa mencintai manusia yang belum pernah dia lihat ? Dan aku menjawabnya lewat hidupku sendiri..

Aku mampu mencintaimu walau tak terlihat.. Aku mampu berada disisimu walau tak terlihat.. Aku mampu mengubah hidupmu walau tak terlihat.. Dan kau pun begitu bukan ?




NEXT PART 40
Share:

Beauty in the dark Part 38


Biarkan Aku Bersedih


Guncangan yang hebat terjadi padaku dimasa aku beranjak dewasa ya, aku mengalami masa dewasa yang diluar dugaan ku.. Dulu aku berpikir aku tak akan mengalami masa dewasa yang berkesan sepanjang perjalanan hidupku.. dan masa dewasa ku akan biasa saja, tak ada lelaki bahkan tak ada luka yang berarti hanya liku yang yang harus aku lewati dengan tertati, tapi tetap aku harus sabar dalam menjalani semuanya..




Rasanya tahun ini aku lalui dengan hantaman kesedihan yang bertubi, dan anggap ini kisah pengantar untuk bahagia di tahun-tahun berikutnya.. harapku..




-------------------------

Aku masih tak menyangka semua seperti ini, semua serasa tak nyata bagai mimpi yang memang tak akan menjadi nyata.. Kupandang sudut taman ini ya aku masih memandangnya dengan segala pertanyaan dalam hati kecilku.. TUHAN, jika memang kau menunjukkan ku rasa kehilangan, kenapa dengan cara seperti ini, apa tidak ada cara lain.? Aku mempertahankan keluargaku dan aku banyak kehilangan dalam hidupku.. Mungkin itulah tebusan yang harus aku lakukan untuk mendapatkan kedamaian dalam keluargaku.. dan memang aku menerimanya.. aku tak marah pada MU tapi aku menerimanya dan sekali lagi aku selalu memahaminya.. Terimakasih..




Dia.. Tama, masih ada disebelahku seolah dia kembali kepadaku (lagi) dan kenapa aku tetap bisa memaafkannya (lagi) walau hatiku menangis pilu.. dan mungkin memang ini yang digariskan TUHAN bahwa tama akan menjadi penjagaku untuk waktu yang aku tak tau sampai kapan.. dan sore ini, aku mendapatkan sebuah untaian kata yang sangat manis untuk diriku sendiri..


"Aku tak pernah tau apa alasan kau hadir dalam hidupku.. Aku tak pernah berharap kau hadir mengisi kisah dalam hidupku..Tapi, jika kau hadir membawa kebahagiaan dalam hidupku, biarlah..biarlah.. Aku menikmatinya untuk waktu yang kau berikan.. Dan TUHAN akan dengan segera menjawab sampai kapan batas waktu yang akan aku nikmati.."




seperti saat aku bersama Tara dan Reza.. TUHAN menunjukkannya.. dan aku akan tetap menerimanya.. karena sejatinya tak akan ada yang abadi di dunia ini.. hanya saja, lakukan apa yang ingin aku lakukan selama itu membawa senyum dan kebaikan bagi sekelilingku, walau aku tak harus merasa bahagia.. karena TUHAN pasti memikirkan perasaanku walau yang lain tidak.. dan TUHAN akan memberikan janji yang indah pada akhir dari hidup yang dapat aku jalani dengan segala kebaikan..




Dan.. Aku masih disini, mengenangmu untuk beberapa saat.. mengenangmu dalam khyalanku.. mengenangmu.. ya mengenangmu za..




Aku memejamkan mataku dalam-dalam.. membayangkan sosok reza nyata dalam pikiranku.. senyumnya yang tulus, mata bercahayanya, rona merah pipinya bahkan aku bisa merasakan dia tersenyum kepadaku.. senyum yang aku harapan dapat aku lihat hari ini secara nyata.. namun senyum itu hanya bisa aku lihat dari bingkai fotonya yang dia sejajarkan disamping fotoku.. Andai saja dia lebih terbuka terhadapku, foto kami tak akan berdampingan tapi raga kami yang akan berdampingan walau hanya sebentar, setidaknya dia tak akan sendiri melewati masa sulitnya, walaupun banyak yang menyayanginya, tapi aku tetap merasa dia kesepian.. Entahlah aku terlalu mencintainya.. Dan entah kenapa aku menyadarinya setelah aku kehilangan dia untuk selama-lamanya.. Hanya satu kalimat yang ingin aku ucapkan secara langsung kepadamu za, hanya satu.. dan kesempatan itu pun tak dapat aku raih.. Dan kini aku menyesalinya kenapa aku hanya membisikannya pada saat kita mengobrol di tlp atau hanya mengetiknya di chat namun tak pernah mengirimnya.. Dan.. aku benar menyesal adanya..




Masih teringat jelas diingatanku tentang definisi cinta pertama darimu..

" Cinta Pertama bukanlah, orang yang pertama kita nyatakan cinta.. Namun cinta pertama adalah Dua jiwa yang berbalut dalam RASA yang kemudian sama-sama memupuknya dalam kedewasaan yang bergejolak pada masa yang tak pernah kita tahu kapan itu terjadi.. Dan cinta pertama, tak akan bisa tergantikan dengan cinta-cinta manapun bahkan cinta terakhir.. Karena cinta pertama adalah cinta yang benar-benar mengajarkanmu bagaimana mencintai yang sesungguhnya, dia bukan hanya sekedar cinta pada masa remaja "




Dan.. dia mengajarkanku akan kedewasaan semenjak masa sekolahku.. Dia cinta pertama yang selalu hadir dalam hidupku.. Mencuri waktu diselah pelajaran komputer untuk mengobrol dengannya, menceritakan segala hal dengannya dan selalu aku tersenyum dibuatnya.. Jika dia tidak online, keesokannya aku akan menunggunya, menunggunya lewat berjuta-juta perasaan yang ada.. Dan waktu aku masih sekolah, kami tak bisa mengobrol lewat tlp, karena aku tak punya.. Tapi dia tidak masalah dengan itu, bahkan saat libur panjang dan aku tak bisa berbalas chat dengannya, dia mengirimkan beberapa email kepadaku.. Dan aku selalu membacanya dengan perasaan yang senang.. yaaa.. dia mengajarkanku segalanya lewat imajenasiku.. Dan waktu itu dia selalu ada untukku..




Pikiranku menerawang jauh akan kenangan tentangnya.. Bahkan aku masih ingat tanggal aku berkenalan denganya 31 April 2006, kami meresmikan hari ini sebagai perkenalan kami.. walau sebenarnya aku mengenalnya 2 bulan sebelum tanggal ini.. Dan waktu terasa indah, aku mempunyai teman dunia maya yang mengajarkanku banyak hal.. Dia memberiku sisi lain dari dunia dengan kedewasaannya.. Walau terkadang dia menyebalkan, tapi dia selalu ada untukku.. Dan kalau aku tak salah ingat, sepenggal awal pekenalan kami di chat..




Quote:Aku : Sendiri ? ( dan dia tak membalas pertanyaanku sampai 30 menit, namun entah mengapa aku menunggunya )
Reza : iya..
Aku : kiraen nggak ada orang. atau lagi sibuk chat
Reza : kagak, gue lagi banyak kerjaan, jadi chat nya gue anggurin..
Aku : sorry ganggu.. met kerja lagi dah
Reza : udah kelar kok.. oya.. reza.. lu sape ?
Aku : eh.. panggil queen ajah..
Reza : oke queen.. butuh temen ngobrol.?
Aku : nggak.. butuh temen chat..




Dan obrolan pun berlanjut.. semenjak saat itu aku jadi sering mengobrol dengannya.. awalnya kita hanya bercerita hal yang biasa saja.. tapi karena kita sudah semakin dekat, kita bercerita banyak hal.. Hanya saja reza lebih banyak tertutup denganku.. Namun dia memang dari keluarga yang baik-baik saja.. Aku bisa mengetahuinya karena memang dia baik-baik saja..




Dia tak suka berbasa basi atau seperti orang yang chat pada umumnya.. Dia sedikit berbeda, tanpa perkenalan yang berbasa basi namun mengobrol dengan sendirinya.. dan entah mengapa aku senang mengobrol dengannya.. Terkadang dia mengirimkanku lirik dan link dari lagu terbaru yang disuka olehnya dan aku juga begitu.. Kami sering bertukar cerita tentang apa yang kami lakukan.. Bahkan untuk kondisi didekati lawan jenis, terkadang kami saling bercerita.. Entahlah.. semua begitu terbuka antara kami.. mungkin karena kami tak akan pernah saling melihat atau bertemu.. dan hal itu yang membuatku lebih terbuka kepadanya..




Namun, ada hal aneh darinya entah apa aku tak mengerti.. Dia mempunyai sesuatu yang tak pernah aku mengerti, sebuah teka teki yang tak aku pahami sampai sekarang.. Tapi tetap dia akan selalu ada dihatiku.. dan mengenangnya membuatku menyadari bahwa dia begitu berharga untukku.. Jika kau masih ada di dunia ini, mungkin aku akan melihat tawamu dan senyummu dalam dekapku.. namun apa daya kau tak ada disaat aku membutuhkanmu (lagi).. Tak terasa ini sudah kesekian tahun aku lewati tanpa adanya dirimu dalam dunia mayaku.. dan tak terasa ini sudah kesekian tahun aku mengenangmu za.. aku mengenangmu dalam diamku.. bahkan saat aku menuliskan semua yang ada disini, aku masih mencintaimu dalam diamku.. aku masih menangis dan berduka untukmu za.. ya aku masih dan akan selalu.. karena kau tak tergantikan dan tetap akan menjadi yang satu dalam hati, jika ada yang lain.. biarlah dia menempati posisi yang sejajar denganmu namun tak menggantikanmu.. dan sekali lagi.. aku bukan wanita setia bahkan sempurna..




Aku masih membayangkan, jika perkenalanku dengannya nyata.. melihat wajahnya, senyumnya, cahaya matanya, bahkan aku bisa merasakan dirinya memang ada dalam diriku.. yaa.. pikiranku masih melambung tinggi kepadanya hari ini.. senum indahnya.. walau hanya sebuah foto, merupakan senyum terindah yang menghiasi hariku.. dan aku masih bisa membayangkannya sampai sekarang walau aku tak menyimpan potret wajahnya sedikit pun.. tapi aku masih bisa mengingat rangkaian detil dari foto yang aku lihat dirumahnya.. dan kenapa.. kenapa kau menghilangkan semua kenangan tentangmu dan hanya menyisahkan satu.. yang tak akan bisa bertahan lama.. Jika kau memang ingin menghilang kenapa tak dari awal za..




5 tahun.. dia bertahan untuk waktu yang diberikan untuknya.. ya 5 tahun dengan mengikuti serangkaian pengobatannya.. 5 tahun yang menyakitkan tanpa bisa berkata apapun.. tahun yang menyakitkan untukku saat ditahun terakhirmu aku tak bisa melakukan apapun terhadapmu.. bahkan saat aku bercerita temanku yang ditinggalkan pacarnya dengan penyakit yang sama denganmu, kau menganggap dirimu baik-baik saja dan tak akan meninggalkanku dengan penyakit yang sama.. Namun, tetap saja kau meninggalkannya.. Dan kau tau za, saat ini aku membayangkan diriku menjadi posisimu.. saat kau membalas chat ku.. aku membayangkan kau bersedih.. bersedih karena akan meninggalkanku dengan penyakit yang sama.. Memang diantara kita tak pernah ada RASA yang terucap, tapi lebih dari itu.. Semua yang terjadi itulah RASA..




Bahkan saat kau merasakan mual, muntah, kulitmu yang mulai berubah dan rambutmu yang mulai rontok.. Betapa mengirisnya hatiku.. Kau bertahan 5 tahun hanya untuk melihatku tersenyum dan menemaniku dari saat kau mengenalku.. Mencoba menepati janji yang sebenarnya tak akan perah bisa kau tepati.. Tapi dengan berjuta khayalmu tentangku kau terus berusaha untuk tetap bertahan.. Reza.. andai saja aku mengetahui betapa besar pengorbanan mu terhadapku.. mungkin aku akan melakukan yang terbaik yang pernah aku lakukan.. Kenapa aku harus mengetahui semua ini dari renan saat kau sudah tak ada di dunia ini.. Dan bahkan aku masih menganggapmu ada.. entah ini gila atau apa namanya.. Tapi aku masih berharap kau ada..




Kau pernah menghilang beberapa waktu dan kau kembali dengan alasan ada urusan.. Dan sekarang aku mohon kembalilah.. Dan bilang kalau kau ada urusan sehingga membutuhkan waktu lama untuk menghubungiku.. Ku mohon, ini hanya mimpi yang disaat aku terbangun aku bisa mendengar kabarmu.. Ku mohon, ini hanya mimpi yang disaat aku terbangun ini akan terlupakan..




Aku merindukanmu.. Terasa benar kau masih ada dalam cerita hidupku.. Aku benar merindukanmu.. Terasa masih saja aku menanti balasan chat, email, sms atau tlp mu.. Aku benar merindukanmu.. Terasa suatu saat aku akan melihat wajahmu ada dihadapanku dan tersenyum indah.. Aku rindu za.. benar rindu kamu..




Dan sampai saat ini aku masih merindukanmu za.. Tak jarang aku masih selalu melihat id mu yang tak pernah ON dan selalu mengingatkanku pada tanda tidak adanya kehidupan dalam id mu.. Aku masih menunggumu za sampai sekarang aku berharap kau mampu datang dalam kehidupan nyataku walau tak mungkin.. dan kau merupakan kenangan yang terindah yang pernah aku dapatkan dari kenangan-kenangan manis yang lain..




Cinta yang tak pernah tersampaikan membuatku seperti orang gila yang selalu merasakan penyesalan yang tak bisa aku ungkapkan.. Rasa bersalah yang terkadang menghantuiku.. Bahkan aku tak bisa mengucapkan maaf kepadamu.. karena aku mencintaimu..




" Cinta tak pernah mengenal kata maaf apalagi mengucapkannya.. Karena cinta tak pernah menyakiti dan selalu membawa berjuta bahagia dalam cinta yang ada.. Dan cinta hanya mengenal kata terimakasih, karena aku merasakan cinta dalam diriku atas dirimu, karena aku merasakan bahagia atas hatiku saat bersamamu, karena aku mengerti apa itu pengrobanan untuk dirimu dan karena terlalu banyak karena yang akan selalu berujung dengan terimakasih "




Dan jika ada cinta yang menyakiti, maka itu bukan cinta.. itu merupakan ego yang akan membuat rasa cinta itu pudar.. Dan.. kau pun tak pernah berkata maaf untuk hati ini.. karena janji kita..

" Antara lu dan gue nggak ada kata maaf, inget itu ! "

itulah perkataan yang pernah kamu tulis untukku.. dan aku hanya bisa tersenyum membacanya.. ya aku tersenyum saat itu dan saat ini aku menangis mengenang semuanyaa..




Jika boleh aku bersedih dan menuliskan kesedihanku.. Lembaran ini tak akan cukup untuk untaian kataku akan kehilanganmu.. Tapi.. Aku tak boleh bersedih, karena kau selalu membahagiakanku..




Dan jika kalian ingin tau bagaimana kesedihanku.. Jika bertemu denganku, cukuplah kau menatap mata senduh yang tak akan pernah bercahaya.. dan aku mengikhlaskan semua yang ada dalam hidupku tanpa perlu aku mengeluh terlalu dalam.. karena aku yakin TUHAN sudah mengatur semua yang ada dalam hidupku.. dan ini memang jalan yang terbaik dalam hidupku.. Sekenario yang begitu indah yang TUHAN berikan untukku.. dan aku akan lebih menyakitkan jika tak menerima hidup yang TUHAN berikan kepadaku..




Dan.. dengan ini bukan berarti aku menjalani hidup kelamku seperti mereka.. aku berbeda.. aku masih mengerti jalan baik yang harus aku pegang.. dan jalan buruk yang harus aku lalui.. Jadi.. biarkan cerita ini terpendam untuk sesaat..







Quote:Untuk sementara ini, tokoh dalam cerita tidak ada di kaskus, tapi tidak tahu kalau mereka membacanya dan menjadi SR.. dan untuk renan, kemungkinan bukan renan yang ada di kaskus
Share:

Arsip Blog

Pengunjung

Blog Archive